Untuk Apa Hafal Al-Qur’an?

Oleh: Riyadi Lubis, SQ, S. Pd

(Kepala Kompartemen Pendidikan dan Pengembangan Yayasan MPM 1311)

Pertanyaan ini yang mungkin banyak terbesit dalam hati orang yang belum sama sekali terjun dalam dunia ke-Qur’an-an atau sedang di jalan Al-Qur’an tetapi ragu akan jalan yang ditempuh. Jika melihat Al-Qur’an itu sendiri, tentu tidak ada keraguan di dalam nya. Allah swt berfirman,

الٓمٓ  ١ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ  ٢

Terjemah: “Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. al-Baqoroh: 1-2)

Sekali lagi bahwa Al-Qur’an mengabarkan tidak ada keraguan di dalamnya dan tidak patut diragukan. Untuk itu, penulis mengutip kata-kata mutiara dari guru kami, KH. Dr. Ali Nurdin, MA, beliau mengatakan “para ahlul Qur’an (penghafal Al-Qur’an) tidak pantas ragu, karena itu suudzon pada Tuhan”. Maka Al-Qur’an tidak pantas diragukan, karena Allah pun mengabarkan Al-Qur’an telah terjaga. Dalam firman-Nya surat al-Hijr ayat 8,

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ  ٩

Terjemah: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. al-Hijr: 8)

Oleh karena itu, keraguan kepada faedah akan dekat dengan Al-Qur’an tidak bisa diragukan lagi. Orang yang menghafal dan telah hafal Al-Qur’an pasti mendapat reward dari pemiliknya. Apa saja yang Allah berikan bagi para ahlul Qur’an?

1. Pahala Luar Biasa

Kita semua manusia umumnya telah mengetahui pahala atau ganjaran bagi orang yang membaca Al-Qur’an. Misalnya dalam hadits Nabi Muhammad saw bersabda,

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

Artinya: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.’” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Waw, satu huruf sama dengan sepuluh kebaikan. Bayangkan, teman-teman jika menunjukkan orang yang sedang tersesat misalkan, itu teman-teman baru saja mendapat satu pahala kebaikan. Tetapi dengan Al-Qur’an, cukup membaca satu huruf di dalamnya kita sudah mendapat sepuluh kebaikan. Jika membaca satu juz dalam Al-Qur’an, sungguh berapa banyak kebaikan yang telah didapatkan. Apalagi bagi seorang penghafal Al-Qur’an, yang pastinya tidak mungkin hanya membaca sekali atau dua kali saja. Pasti akan membaca berulang-ulang demi tercapainya hafalan ayat tersebut. Yang membaca satu juz saja tak terhitung berapa banyak pahala kebaikannya, apalagi bagi para penghafal yang tidak hanya membacanya.

Kemudian jika para penghafal Al-Qur’an dibarengi juga dengan memahami isi kandungan maka tidak hanya limpahan pahala kebaikan yang didapatkan, pahala menuntut ilmu pasti diraih juga olehnya. Sabda Nabi Muhammad saw, 

 مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا, سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ.

Artinya: “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Tidak hanya sampai disitu, bagi yang menghafal, memahami, lalu mengaplikasikannya menjadi sebuah akhlak maka janji Allah kebahagian dunia dan akhirat baginya dan tidak usah ragu. Karena berakhlak sebagai amalan diungkapkan dengan kalimat bahwa jika kita berbuat baik dan berperilaku baik, maka balasan yang didapatkan pun akan baik, firman-Nya,

هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ  ٦٠

Terjemah: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. ar-Rahman: 60)

2. Penerima dan Pemberi Syafaat

Bagi para pendekat Qur’an, selain mendapat reward yang melimpah, para ahlul Qur’an juga dikabarkan mendapat syafaat atau pertolongan dari Allah swt. Janji Al-Qur’an ini terungkap dalam sabda terkenal Nabi Muhammad saw,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ.

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

Selain mendapat syafaat atau pertolongan, orang yang mendekat, membaca dan menghafal Al-Qur’an bahkan dikabarkan dapat “memberi syafaat” bagi orang dikehendaki. Sabda Nabi Muhammad saw,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ اسْتَوْجَبُوا النَّارَ.

Artinya: “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka Allah masukkan ia ke surga, dan memberikan syafaat kepadanya sepuluh dari keluarganya yang semua divonis masuk neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Bahkan tidak tanggung-tanggung, sampai sepuluh tiket syafaat Allah berikan bagi mereka para Ahlul Qur’an. Siapapun pasti mendambakan hal ini, dimana seseorang dikabarkan di akhirat kelak mendapat syafaat dan dipercaya memberi syafaat bagi orang yang ia kehendaki. Seandainya ahlul Qur’an tersebut memiliki orang yang dicintainya mendapat kesusahan di akhirat kelak maka ia tidak perlu khawatir, karena tiket syafaat telah ditangannya. Ingin selamat dan menyelamatkan yang dicintai? Simple kok, hafalkanlah Al-Qur’an.

3. Manusia Terbaik

Ternyata membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an tidak hanya mendapat limpahan pahala dan tiket syafaat saja, bahkan dinobatkan sebagai manusia terbaik. Bagaimana tidak, seseorang yang kontinyu (membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an) adalah manusia yang tak biasa karena motivasi yang kuat menyatukan diri dengan kalam Tuhan. Inilah alasan mereka disebut manusia spesial di muka bumi. Nabi Muhammad saw,

عنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ. رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.’” (HR. Bukhari)

Membaca, memahami, menghafal, mengamalkan plus mengajarkan, manusia jika melakukan ini maka akan diberi gelar manusia terbaik. Dan semua ini adalah hal yang tidak sulit. Bahkan sudah jelas bagi manusia yang ingin menjadi terbaik. Jangan ragu, dan ingat! semua ini akan diperoleh juga perlu hati yang lurus, meng-ikhlashkan semua perilaku hanya untuk Allah semata.