Al-Qur’an Sangat Mudah Di Hafal

Oleh: Riyadi Lubis, SQ, S. Pd (Kepala Kompartemen Pendidikan dan Pengembangan Yayasan MPM 1311)

Beberapa orang diantara kita mungkin bertanya-tanya, apakah Al-Qur’an ini mudah dihafal. Orang yang bertanya ini dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang dari kalangan notabene agamis seperti ustadz, pendakwah, qori’, qoriah dan lain-lain. Dan ada juga dari kalangan umum yaitu seperti polisi, tentara, dokter, supir dan lain-lain. Tidak menutup kemungkinan juga dari kalangan mahasiswa, baik mahasiswa dari kampus yang Islami maupun yang umum.

Jika ditanya kepada mereka semua, “mau tidak hafal Qur’an?” mereka pasti akan menjawab “iya maulah”. Dari sini kita dapat ambil kesimpulan bahwa hampir semua orang dari kalangan manapun sudah punya keinginan untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an. Lalu jika ditanya kembali kepada mereka, “lalu kok belum hafal Qur’an?”, mungkin kebanyakan mereka akan menjawab “aduh sulit” atau “aduh tidak mungkin” atau mungkin menjawab “ah sibuk, gak mungkin hafal Qur’an”.

Ketahuilah teman-teman sekalian, bahwa yang membuat sulit bukan Al-Qur’an nya, tetapi “motivasi” kita yang menyulitkannya.  Jika seseorang mengatakan dalam benaknya “menghafal itu sulit” maka ini yang akan tertanam dalam jiwanya. Sehingga turunnya motivasi dalam menghafal itu sendiri.

Menilik dalam Al-Qur’an itu sendiri, justru Al-Qur’an mengatakan dirinya sendiri itu mudah. Bahkan kata “mudah” ini diulang sampai empat kali dalam surat tersebut. Mana buktinya? Teman-teman bisa membuka surat al-Qomar ayat 17, 22, 32, 40, dimana keempat ayat ini berbunyi serupa. Yang bunyi ayatnya sebagai berikut:

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ  ١٧

Terjemah: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?(QS. al-Qomar: 17, 22, 32, 40)

Ayat diatas diulang sebanyak empat kali dalam satu surat dan hanya ingin mengabarkan bahwa “Al-Qur’an itu gampang”. Dikarenakan diulang sebanyak empat kali maka makna sebenarnya yang ingin disampaikan Al-Qur’an adalah “Al-Qur’an itu sangat gampang”. Maka jelas, Al-Qur’an nya saja mengatakan gampang, mengapa manusia seakan beralasan karena kesibukannya dan alasan lainnya, lalu mengatakan “Al-Qur’an itu sulit”.

Jika masih belum percaya Al-Qur’an itu gampang dihafal, coba teman-teman lihat contoh di kehidupan nyata. Misalkan ada seorang anak yang masih sangat muda umurnya, katakanlah Musa yang bisa hafal Qur’an saat umur 6 tahun. Ustadz Salim Ghozaly misalkan, yang hafal Qur’an begitu “lengket”, imam Istiqlal, yang hafal Qur’an sejak umur 13 tahun. Dari kalangan ulama terdahulu yang terkenal, misalkan imam madzhab Imam Syafii, dimana ia hafal Qur’an pada umur 9 tahun. Imam Masjidil Haram misalnya, yaitu Syeikh As Sudais yang hafal Qur’an pada umur 12 tahun. Dan lain-lain, bahkan ada juga yang hafal di umur yang sudah ber-kepala empat.

Secara akal sehat, seorang yang masih anak-anak adalah umur yang masih sulit dalam memahami apapun. Lalu mengapa bisa hafal Al-Qur’an yang memiliki 6236 ayat? Sekali lagi itu adalah mukjizat Al-Qur’an, Al-Qur’an itu mudah!.