Apa Itu Al-Qur’an?

Oleh: Riyadi Lubis, SQ, S. Pd

(Kepala Kompartemen Pendidikan dan Pengembangan Yayasan MPM 1311)

Secara bahasa, Al-Qur’an berasal dari bahasa arab yaitu Qur’anan yang berarti bacaan. Sedangkan Qur’anan adalah wazan mashdar yang berasal dari kata qara’a yang berarti mengumpulkan atau menghimpun. Qur’an pada mulanya seperti qira’ah, yaitu mashdar (infinitif) dari kata qara’a, yaqra’u, qira’atan, qur’anan. Qur’an dikhususkan sebagai nama kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sehingga Qur’an itu menjadi nama khas kitab itu.[1]

Adapun penamaan wahyu tersebut dengan Al-Qur’an, karena memberikan pengertian bahwa wahyu itu tersimpan di dalam dada manusia mengingat nama Al-Qur’an itu sendiri berasal dai kata qira’ah (bacaan) dan di dalam kata qira’ah terkandung makna: agar selalu diingat. Sedangkan jika wahyu tersebut dinamakan alKitab maka menunjukkan pengertian bahwa wahyu tersebut hanya berupa kumpulan-kumpulan huruf dan menggambarkan bacaan.[2]

Sedangkan menurut istilah menurut ahli-ahli syariat, Al-Qur’an adalah kalamullah (sabda Tuhan) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang dituliskan di dalam mushaf. Sedangkan menurut ahli fikih, Al-Qur’an adalah nama yang diberikan kepada keseluruhan Al-Qur’an  dan dinamakan juga bagi suku-sukunya dan bagian-bagiannya.[3]

Para ulama menyebutkan pengertian Al-Qur’an yang mendekati maknanya dan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa: “Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang membacanya merupakan ibadah.”[4]

Dalam pengertian yang lebih lengkap, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya diturunkan kepada Nabi Muhammad saw penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantara Malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir (oleh orang banyak), serta mempelajarinya adalah suatu ibadah, dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri oleh surat an-Nas.[5]

Maka secara kesimpulan tentang pengertian Al-Qur’an, Al-Qur’an adalah kalam Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril, yang sampai kepada umatnya saat ini secara mutawatir (diriwayatkan oleh orang banyak), yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan  diakhiri dengan surat an-Nas, yang membacanya merupakan ibadah dan tidak ada yang bisa menandinginya.

Inilah yang membedakan Al-Qur’an dengan kitab lainnya, Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang otentik dari Tuhan, membacanya menjadi menghasilkan pahala, dilarang menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci, dan tidak ada satu pun saat ini yang dapat menandinginya.


 [1] Manna Qathan, Study Ilmu-ilmu Al-Qur’an, (terj.) Mudzakir, (Jakarta: PT Pustaka Litera Antarnusa, 2014), h. 15-16

[2] Subhi Shalih, Membahas Ilmu-ilmu Al-Qur’an, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1993), h. 9

[3] Hamka, Tafsir Al-Azhar, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986), h. 7

[4] Manna Qathan, Study Ilmu-ilmu Al-Qur’an, (terj.) Mudzakir, h. 17

[5] Muhammad Aly Shabuny, Pengantar Study Al-Qur’an (At-Tibyan), (terj.) Chudlori dan Matsnah, (Bandung: Al-Ma’arif, 1987), h. 18