Ketika Keinginan Bergolak

SETIAP manusia hidup punya keinginan, dan umumnya keinginan itu bila tak dikendalikan tak akan mencapai sbh titik kepuasan.
Yg punya rumah atau mobil 1 ingin 2, yang sudah 2 ingin 3 dan yang mewah, dst..dst…

Keinginan itu berasal dari hati yang selalu resah berganti, bolak balik dll.
Kita tak pernah menengok apa dibalik keinginan karena fokus kita hanya pd keinginan tersebut bagaimana caranya terpenuhi yang terkadang membabi buta.


Rata-rata orang lebih berlandaskan dari hawa nafsu dari sebuah keinginan. Sehingga logika jernih yang mengarah tujuan kebutuhan sering terabaikan. Sbg conth org ingin memiliki alat transportasi namun kemampuan yang dimiliki dari segi finansial hanya dapat memiliki motor. Akibat terdorong sebuah keinginan ia pun memaksakan diri untuk memiliki mobil.

Jika keinginan seperti hal diatas kita terus turuti, artinya hidup kita akan dikendalikan oleh kata hati emosi. Emosi berasal dari hawa nafsu yang sangat dipengaruhi oleh setan.

Allah Berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.(QS.Ali Imran:14)

Rasul bersabda:
“Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah qalbu. (HR.Bukhari dan Muslim).

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.(QS. Al.Hadid:20)

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

Firman Allah dan Hadits diatas amatlah jelas bgmn ketika kita akan menjalankan sbh keinginan.
Intinya adalah pengendalian dengan menahan diri.

Pikirkan dan cermati dengan seksama apakah keinginan ini akan membawa kepada kebaikan atau justru pada keburukan/kerusakan, membawa keberhasilan atau kegagalan, memberikan keberkahan Allah, atau kemurkaan Allah.

Insyallah dengan berdasar ini semua akan terlahir keputusan jernih dan jiwa yg bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah.